Sejarah Hari Pendidikan Nasional
SMA IT Qardhan Hasana Banjarbaru

By Administrator 08 Mei 2023, 15:08:47 WIB Artikel
Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Bulan Mei merupakan bulan yang spesial untuk dunia pendidikan di Indonesia. Setiap tanggal 2 Mei akan diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas yang bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, seorang pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir di Pakualaman, Yogyakarta, 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau tumbuh di keluarga yang berada dan berkesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan pada era Hindia Belanda. Beliau dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, dimana pemerintah hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Kebijakan inilah yang kemudian ditentang oleh Ki Hadjar Dewantara. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkusumo. Ketiganya kemudian dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Kembali dari pengasingan, Ki Hadjar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Lembaga ini bertujuan memberikan hak pendidikan yang sama bagi pribumi jelata Indonesia, sama halnya dengan hak yang dimiliki kaum priayi dan orang-orang Belanda. Selain mendirikan lembaga pendidikan, ia juga aktif menulis dengan tema pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Melalui tulisan-tulisannya, Ki Hadjar Dewantara berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.  

                   Perjuangan Ki Hadjar Dewantara sebagai perintis pendidikan bagi kaum pribumi di era penjajahan Belanda erat kaitannya dengan perkembangan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, sejarah Hari Pendidikan Nasional juga menjadi sejarah Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan rakyat Indonesia. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Beliau memiliki filosofi yang sangat dikenal dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu semboyan “Ing Ngarso Sun Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” yang memiliki makna guru dapat memberikan keteladanan atau contoh yang baik kepada peserta didik, guru yang selalu berada ditengah-tengah peserta didik untuk membangun semangat dan ide – ide untuk berkarya dan guru berperan dalam memberikan arahan, semangat serta motivasi bagi peserta didik. Ketiga filosofi beliau ini kemudian digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Beliau wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hadjar Dewantara diangkat menteri pendidikan pertama di Indonesia setelah kemerdekaan. Beliau ditunjuk sebagai Menteri Pengajaran Indonesia pada Kabinet Presiden Soekarno. Ki Hadjar Dewantara juga merupakan Pahlawan Nasional kedua yang ditetapkan Presiden pada 28 November 1959 berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 305 Tahun 1959 tertanggal 28 November 1959. Melalu surat keputusan itu pula, dirinya ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Dilansir dari pemberitaan Harian Kompas, 2 Mei 1968, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas jasa-jasanya. Ia dianggap telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional. Meski ditetapkan sebagai hari nasional, 2 Mei bukan merupakan hari libur nasional. Setiap 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional dirayakan dengan upacara bendera di setiap instansi pendidikan. Ki Hadjar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

 

Kemendikbudristek telah mengumumkan bahwa tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2023, adalah “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.” Tema Hari Pendidikan Nasional 2023 juga masih mengedepankan program inti pemerintah dalam memajukan pendidikan Indonesia yaitu melalui Merdeka Belajar. Selain itu, menurut Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023 yang telah dikeluarkan Kemendikbud, bulan diperingatinya Hardiknas 2023 akan disahkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Harapannya dengan Kurikulum Merdeka Belajar maka pendidikan di Indonesia dapat terus maju dan berkembang serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan mendorong kreatifitas anak bangsa. (STKK/01)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment