KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DALAM ISLAM
SMA IT Qardhan Hasana Banjarbaru

Ilmu pengetahuan memiliki peran besar dalam kehidupan seseorang, karena dengan ilmu pengetahuan maka manusia dapat bermanfaat untuk keluarga dan sekitarnya. Ilmu pengetahuan juga menjadi jalan pedoman untuk menuntun kita ke arah benar dan dapat mengantarkan kita pada kehidupan bahagia di dunia maupun akhirat dan menjadi cahaya yang menyinari kehidupan manusia sehingga mereka tidak kehilangan arah.
Manusia dapat membedakan antara benar dan salah melalui ilmu pengetahuan, sehingga bisa memahami kewajibannya sebagai manusia yang bertaqwa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka Allah SWT akan mengangkat derajat manusia di dunia dan di akhirat nanti.
Ilmu pengetahuan berperan penting bagi manusia. Manusia tidak akan hidup lebih baik tanpa memiliki ilmu. Oleh karena itu, mari kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Kewajiban mencari ilmu telah dijelaskan di dalam Al-Quran dan Hadits. Belajar adalah kewajiban bagi setiap manusia, karena berguna untuk meningkatkan potensi diri. Manusia dapat mengetahui wawasan yang sebelumnya tidak dimengerti. Sehingga kita sebagai umat muslim sebaiknya memperhatikan dalam hal belajar, karena telah diketahui keutamaan para penuntut ilmu di dalam Islam.
Dikutip dari buku Ir. H. Gazali yang berjudul “Sistem Pendidikan Islam dengan Pendekatan SQ, EQ dan IQ” halaman 96. Materi kurikulum harus mencakup ilmu pengetahuan untuk kepentingan dunia dan akhirat, yaitu dalam bentuk Syariyyah dah gair syariyyah dengan berbagai bidang kajiannya. Ilmu pengetahuan syariyyah dibagi kepada ilmu pengetahuan yang bersifat fard ain. Ilmu pengetahuan fard ain adalah ilmu pengetahuan yang wajib diberikan dan diterima oleh setiap peserta didik dalam proses pendidikannya. Ilmu pengetahuan ini meliputi segala pengetahuan tentang kewajiban, seperti ; syahadat, shalat, puasa, zakat, haji, ilmu pengetahuan tentang hal-hal yang wajib dipercayai, seperti keimanan kepada Allah SWT, malaikat, para Nabi dan Rasul, kitab-kitab, iman kepada yang gaib dan sebagainya. Ilmu pengetahuan tentang perbuatan dan hal-hal yang dibolehkan dan diharamkan untuk dilkukan dan dimakan dan lain-lain. Sedangkan ilmu gair syariyyah adalah ilmu pengetahuan yang merupakan produk akal yang bersifat fard kifayah yaitu ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok hajat hidup manusia di dunia.
Allah mewajibkan setiap muslim untuk menuntut ilmu yang tertuang dalam Al-Quran Surah Al-Mujadalah ayat 11:
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Bunyi ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang orang yang menuntut ilmu beberapa kali lebih tinggi dari orang orang yang tidak menuntut ilmu. Keterangan ini menjadi tanda bahwa ilmu yang membuat manusia lebih mulia, tidak melalui harta atau nasabnya. (01/AH)
