Sosialisasi Penanganan Karhutla dan Pencegahan Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap
Edukasi Karhutla di SD IT Qardhan Hasana Banjarbaru

By Administrator 28 Sep 2026, 08:50:50 WIB Artikel
Sosialisasi Penanganan Karhutla dan Pencegahan Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Gambar : Peserta Antusias Menyimak Materi


Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak usia dini mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang penanganan karhutla serta dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas 5 dan 6 SD-IT Qardhan Hasana Banjarbaru dan bertempat di Aula Bawah Masjid. Para murid mendapatkan penjelasan mengenai apa itu karhutla, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Mengenal Karhutla dan Dampak Kabut Asap

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla merupakan kebakaran yang terjadi pada kawasan hutan maupun lahan. Karhutla dapat menghasilkan asap dalam jumlah banyak. Jika asap terbawa angin dan menyebar ke permukiman, kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya kabut asap.

Kabut asap dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Paparan asap dapat menyebabkan batuk, tenggorokan terasa sakit atau gatal, mata perih, hidung tidak nyaman, serta membuat seseorang lebih mudah mengalami gangguan pernapasan. Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena mereka masih dalam masa pertumbuhan.

Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap juga dapat mengurangi jarak pandang sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Cara Mencegah dan Mengurangi Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Dalam kegiatan sosialisasi, murid diberikan pemahaman bahwa ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika terjadi kabut asap.

  1. Mengurangi aktivitas di luar ruangan

Jika kondisi udara dipenuhi asap, sebaiknya mengurangi kegiatan di luar rumah atau sekolah. Aktivitas di luar ruangan dapat dilakukan kembali ketika kondisi udara sudah membaik.

  1. Menggunakan masker

Masker dapat digunakan ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi berasap. Masker membantu mengurangi masuknya partikel dari udara yang tercemar ke saluran pernapasan.

  1. Menjaga kebersihan diri

Setelah beraktivitas di luar ruangan, biasakan mencuci tangan dan membersihkan diri. Pakaian yang digunakan di luar juga sebaiknya diganti agar tubuh tetap bersih.

  1. Menjaga kondisi ruangan

Saat kabut asap cukup tebal, pintu dan jendela dapat ditutup untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan. Ruangan juga perlu dijaga agar tetap bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik ketika kondisi udara di luar sudah membaik.

  1. Memperbanyak minum air putih

Minum air putih yang cukup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Anak-anak juga perlu mengonsumsi makanan bergizi agar kondisi tubuh tetap terjaga.

  1. Mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan

Murid juga diingatkan untuk segera memberitahu orang tua atau guru apabila mengalami batuk terus-menerus, sesak atau kesulitan bernapas, mata terasa sangat perih, atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar kabut asap. Jika keluhan cukup berat, segera mendapatkan pertolongan dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Pentingnya Peran Anak dalam Pencegahan Karhutla

Selain membahas cara melindungi diri dari kabut asap, para murid juga diajak untuk ikut mencegah terjadinya kebakaran. Anak-anak dapat berperan dengan tidak bermain api, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera memberitahu orang dewasa apabila melihat adanya kebakaran atau asap yang mencurigakan.

Melalui edukasi sejak dini, diharapkan murid dapat memahami bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat disampaikan kembali kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Pembagian Masker

Setelah kegiatan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian masker kepada para murid. Pembagian masker menjadi salah satu bentuk edukasi sekaligus upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan diri ketika terjadi kabut asap.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada murid kelas 5 dan 6 SD-IT Qardhan Hasana Banjarbaru, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta lingkungan.

Melalui sosialisasi penanganan karhutla dan pencegahan risiko kesehatan akibat kabut asap, UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan mengajak seluruh masyarakat, termasuk generasi muda, untuk bersama-sama mencegah karhutla dan mengurangi dampak kesehatan yang dapat ditimbulkannya. (M/9/03)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment